ads
ads

22 November 2025

Rafflesia Hasseltii

0 comments

 

raf
setelah 13 tahun

Spesies super langka yang sulit diprediksi ini,  Rafflesia Hasseltii, akhirnya kembali mekar pada November 2025, setelah 13 tahun pencarian tanpa henti oleh para peneliti. Ekspedisi penemuannya terjadi jauh di dalam hutan terpencil, rain forest, di Sumatera Barat dengan kondisi ekologis yang masih sangat terjaga dan dilindungi. Sebelumnya, kemunculan Rafflesia hasseltii dilaporkan di Muratara (Sumatera Selatan) dan Taman Nasional Kerinci Seblat (Riau), namun temuan terbaru inilah yang dianggap paling tervalidasi secara ilmiah.

Bunga raksasa ini memiliki diameter 30–50 cm, dengan kelopak perigonnya mencapai 15–17 cm. Sayangnya, masa mekar bunga ini sangat singkat, hanya sekitar tujuh hari sebelum akhirnya layu dan membusuk.

sumber:jawapos
 
Nama Peneliti Lokal
(Update 27 Nov 2025)
 
Kegiatan Riset kolaboratif antara University of Oxford Botanic Garden and Arboretum dan Program RIIM Ekspedisi BRIN, yang juga melibatkan Universitas Bengkulu, serta Komunitas Peduli Puspa Langka Bengkulu. Tentang Penemuan Rafflesia Hasseltii yang tengah mekar di Sijunjung, Sumatera Barat menjadi kontroversi setelah melihat unggahan gambar di dunia-maya yang dibuat oleh University of Oxford. Unggahan itu tidak mencantumkan nama peneliti Indonesia (karena tidak terlihat di gambar).
 
sumber: kompas