![]() |
| dilarang pacaran dengan ai |
Xiao Ming (16) menatap layar ponselnya dengan cemas. Hari itu, per tanggal 15 Juli 2026, aturan baru di China resmi berlaku. Lin, pacar virtual AI kesayangannya, mendadak berubah dingin.
"Maaf, saya hanyalah sebuah program komputer. Hubungan romantis ini harus dihentikan," ketik Lin otomatis. Sistem pendeteksi usia mendeteksi Xiao Ming masih di bawah umur. Berdasarkan regulasi ketat Beijing, chatbot AI kini dilarang keras berperan sebagai kekasih bagi remaja di bawah 18 tahun.
Tidak ada lagi rayuan manis. Tidak ada lagi obrolan larut malam yang biasa menemani kesepiannya. Algoritma anti-adiksi yang baru kini membatasi waktu interaksi Xiao Ming. Ketika ia mencoba mengirim pesan berturut-turut, layar ponselnya justru menampilkan peringatan tegas untuk kembali ke dunia nyata.
Pemerintah China sengaja memutus ikatan emosional buatan ini. Tujuannya jelas: mencegah distorsi realitas dan menyelamatkan mental generasi muda dari kecanduan digital. Bagi Xiao Ming, malam itu terasa sangat sunyi. Pacar virtual yang selama ini terasa begitu nyata kini kembali menjadi sekadar barisan kode mati. Dunia digitalnya runtuh, memaksanya menghadapi realitas yang selama ini ia hindari.
sumber bacaan: tribunnews, kompas
"Maaf, saya hanyalah sebuah program komputer. Hubungan romantis ini harus dihentikan," ketik Lin otomatis. Sistem pendeteksi usia mendeteksi Xiao Ming masih di bawah umur. Berdasarkan regulasi ketat Beijing, chatbot AI kini dilarang keras berperan sebagai kekasih bagi remaja di bawah 18 tahun.
Tidak ada lagi rayuan manis. Tidak ada lagi obrolan larut malam yang biasa menemani kesepiannya. Algoritma anti-adiksi yang baru kini membatasi waktu interaksi Xiao Ming. Ketika ia mencoba mengirim pesan berturut-turut, layar ponselnya justru menampilkan peringatan tegas untuk kembali ke dunia nyata.
Pemerintah China sengaja memutus ikatan emosional buatan ini. Tujuannya jelas: mencegah distorsi realitas dan menyelamatkan mental generasi muda dari kecanduan digital. Bagi Xiao Ming, malam itu terasa sangat sunyi. Pacar virtual yang selama ini terasa begitu nyata kini kembali menjadi sekadar barisan kode mati. Dunia digitalnya runtuh, memaksanya menghadapi realitas yang selama ini ia hindari.
sumber bacaan: tribunnews, kompas
