![]() |
| menolak ai |
Bagi Sabine Zetteler (menjalankan agensi komunikasi miliknya sendiri yang berbasis di London, dengan sekitar 10 staf, sebagian penuh waktu dan sebagian paruh waktu) tidak ada satu pun yang bisa meyakinkan dalam hal penggunaan AI. Dia adalah salah satu di antara mereka yang menentang invasi AI, yang benar-benar dimulai dengan peluncuran ChatGPT pada akhir tahun 2022. Kemudian ChatGPT menjadi sangat populer, mencatatkan lebih dari lima miliar kunjungan per bulan, menurut perusahaan perangkat lunak Semrush .
Sabine Zetteler:
Baru-baru ini saya membaca sebuah ungkapan yang sangat bagus yang kurang lebih berbunyi 'mengapa saya harus repot-repot membaca sesuatu yang orang lain tidak mau repot-repot menulisnya?' dan itu adalah pernyataan yang sangat kuat dan sangat selaras dengan pandangan saya
Florence Achery, pemilik Yoga Retreats & More di kota London, dampak lingkungan adalah salah satu alasan mengapa ia bertekad untuk menjauhi AI:
Reaksi awal saya adalah bahwa AI tidak memiliki jiwa dan bertentangan dengan bisnis saya, yang sepenuhnya tentang hubungan antar manusia
Sierra Hansen, yang tinggal di Seattle dan bekerja di bidang hubungan masyarakat, juga menolak menggunakan AI. Baginya, ia khawatir penggunaan AI merusak kemampuan kita untuk memecahkan masalah:
Otak kita adalah hal yang membantu mengatur bagaimana hari-hari kita berjalan, bukan pergi ke AI Copilot dan memintanya untuk memberi tahu bagaimana mengatur jadwal saya
Menolak ChatGPT atau AI bukan sekadar pilihan teknologi, melainkan cerminan dari nilai-nilai yang dipegang teguh seseorang. Psikologi menunjukkan bahwa keputusan ini sering berakar dari kesadaran mendalam tentang dampak jangka panjang teknologi. Mereka memiliki kepribadian langka yang mendorong mereka untuk memilih autentisitas di atas kecepatan dan kemudahan. Diantara ciri mereka adalah sebagai berikut:
sumber: bbc, jawapos
Sabine Zetteler:
Baru-baru ini saya membaca sebuah ungkapan yang sangat bagus yang kurang lebih berbunyi 'mengapa saya harus repot-repot membaca sesuatu yang orang lain tidak mau repot-repot menulisnya?' dan itu adalah pernyataan yang sangat kuat dan sangat selaras dengan pandangan saya
Florence Achery, pemilik Yoga Retreats & More di kota London, dampak lingkungan adalah salah satu alasan mengapa ia bertekad untuk menjauhi AI:
Reaksi awal saya adalah bahwa AI tidak memiliki jiwa dan bertentangan dengan bisnis saya, yang sepenuhnya tentang hubungan antar manusia
Sierra Hansen, yang tinggal di Seattle dan bekerja di bidang hubungan masyarakat, juga menolak menggunakan AI. Baginya, ia khawatir penggunaan AI merusak kemampuan kita untuk memecahkan masalah:
Otak kita adalah hal yang membantu mengatur bagaimana hari-hari kita berjalan, bukan pergi ke AI Copilot dan memintanya untuk memberi tahu bagaimana mengatur jadwal saya
Menolak ChatGPT atau AI bukan sekadar pilihan teknologi, melainkan cerminan dari nilai-nilai yang dipegang teguh seseorang. Psikologi menunjukkan bahwa keputusan ini sering berakar dari kesadaran mendalam tentang dampak jangka panjang teknologi. Mereka memiliki kepribadian langka yang mendorong mereka untuk memilih autentisitas di atas kecepatan dan kemudahan. Diantara ciri mereka adalah sebagai berikut:
Menghargai sentuhan manusiawi dan orisinalitas, Mengapresiasi seni dan budaya, Tidak sepenuhnya mempercayai teknologi, Bangga dengan hasil kerja keras sendiri, Peduli terhadap perubahan iklim, Memiliki pengalaman hidup yang kaya, Berpikir secara menyeluruh dan jangka panjang, Hidup berdasarkan nilai-nilai pribadi, Memiliki kompas moral yang kuat, Mendambakan pembelajaran yang nyata
sumber: bbc, jawapos
