![]() |
| melibatkan guru |
Cambridge University Press & Assessment merekomendasikan delapan prinsip utama untuk memperkuat integrasi kecerdasan buatan (AI) di lingkungan sekolah melalui laporan bertajuk Shaping AI Policy and Practice in English Language Teaching. Dalam laporan tersebut, pembuat kebijakan di Indonesia didorong untuk melibatkan guru dan peserta didik secara aktif mulai dari tahap perancangan, pengadaan, penerapan, hingga evaluasi perangkat AI generatif (GenAI). Keterlibatan ini sangat penting agar kebijakan yang dilahirkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi riil di ruang kelas.
Selain pelibatan aktif, Cambridge mendesak pemerintah dan pembuat kebijakan untuk memperkuat investasi pada pelatihan profesional guru secara menyeluruh dan berkelanjutan. Langkah ini diperlukan agar para pendidik tidak hanya mampu menggunakan AI secara efektif, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengevaluasi teknologi tersebut secara kritis dalam proses pembelajaran.
Director of Research, English di Cambridge University Press & Assessment, Dr. Evelina Galaczi, menjelaskan bahwa pesatnya perkembangan teknologi saat ini belum diimbangi oleh kebijakan serta pendekatan yang konsisten di sektor pendidikan. “Kebijakan sering kali kesulitan mengikuti pesatnya perkembangan teknologi, sementara guru dituntut untuk terus beradaptasi. Kondisi ini telah menciptakan kesenjangan pengetahuan dan pendekatan yang tidak konsisten dalam pendidikan dan adopsi AI,” ujar Evelina. Melalui penerapan prinsip-prinsip ini, teknologi AI diharapkan dapat berfungsi sebagai alat bantu belajar yang bertanggung jawab tanpa mendorong siswa mengambil jalan pintas.
sumber bacaan: kontan, rri
Selain pelibatan aktif, Cambridge mendesak pemerintah dan pembuat kebijakan untuk memperkuat investasi pada pelatihan profesional guru secara menyeluruh dan berkelanjutan. Langkah ini diperlukan agar para pendidik tidak hanya mampu menggunakan AI secara efektif, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengevaluasi teknologi tersebut secara kritis dalam proses pembelajaran.
Director of Research, English di Cambridge University Press & Assessment, Dr. Evelina Galaczi, menjelaskan bahwa pesatnya perkembangan teknologi saat ini belum diimbangi oleh kebijakan serta pendekatan yang konsisten di sektor pendidikan. “Kebijakan sering kali kesulitan mengikuti pesatnya perkembangan teknologi, sementara guru dituntut untuk terus beradaptasi. Kondisi ini telah menciptakan kesenjangan pengetahuan dan pendekatan yang tidak konsisten dalam pendidikan dan adopsi AI,” ujar Evelina. Melalui penerapan prinsip-prinsip ini, teknologi AI diharapkan dapat berfungsi sebagai alat bantu belajar yang bertanggung jawab tanpa mendorong siswa mengambil jalan pintas.
sumber bacaan: kontan, rri
